
YOGYAKARTA-
Beberapa hari ini masyarakat Yogyakarta di kagetkan dengan munculnya
taman bunga yang begitu memukai dan indah di lihat, banyak orang yang
meng upload hasil foto taman bunga indah ini, yang membuat herannya
taman bunga ini sangat mirip dengan taman bunga tulip yang berada di
Negata Belanda menurut penduduk sekitar.
Uniknya bunga itu, tumbuh di halaman rumah warga desa sekitar yang bernama Sukadi di desa Beji, Kecamatan Patuk, Gunungkidul Jawa tengah. Tepat dijalur Yogyakarta, Wonosari sebelum jembatan Kali pentung, kanan jalan di samping bebatuan, masyarakat bisa melihat tumbuhan Bunga Amarilis, yang oleh masyarakat sering di sebut Puspa Patuk merah.
Uniknya Bunga yang tumbuh setiap kali musim penghujan ini menjadi buah bibir karena bunga ini tumbuh dalam satu area yang luasnya sampai satu hektar. Dengan dominan warna merah kebun yang saat musim kemarau hanya terlihat bebatuan menjadi hamparan warna merah dan hijau indah seperti taman bunga di negara Paman siam.
Banyak sekali para wisatwan yang asik berfoto mengabadikan kunjungan mereka ke Gunungkidul yang beberapa tahun terakhir memang sedang ramai dikunjungi wisatawan seiring banyaknya obyek wisata.
Ucap sukadi sang pemilik kebun bunga ini, bunga tersebut awalnya hanya iseng. Saat itu dirinya menjual kelapa disekitar jalur Yogyakarta- Wonosari ada beberapa pengendara sepeda motor yang melintas dan membeli bunga miliknya itu. Lalu, bersama kelurganya membudidayakan amaris disekitar kebunnya dan hasilnya seperti gambar di atas.
"Banyak pembeli saya yang berminat ingin membeli bunga amarilis ini yang tumbuh disekitaran rumah saya, dari situ saya punya ide untuk membudidayakan bunga tersebut," katanya kepada para wartawan minggu lalu.
Uniknya bunga itu, tumbuh di halaman rumah warga desa sekitar yang bernama Sukadi di desa Beji, Kecamatan Patuk, Gunungkidul Jawa tengah. Tepat dijalur Yogyakarta, Wonosari sebelum jembatan Kali pentung, kanan jalan di samping bebatuan, masyarakat bisa melihat tumbuhan Bunga Amarilis, yang oleh masyarakat sering di sebut Puspa Patuk merah.
Uniknya Bunga yang tumbuh setiap kali musim penghujan ini menjadi buah bibir karena bunga ini tumbuh dalam satu area yang luasnya sampai satu hektar. Dengan dominan warna merah kebun yang saat musim kemarau hanya terlihat bebatuan menjadi hamparan warna merah dan hijau indah seperti taman bunga di negara Paman siam.
Banyak sekali para wisatwan yang asik berfoto mengabadikan kunjungan mereka ke Gunungkidul yang beberapa tahun terakhir memang sedang ramai dikunjungi wisatawan seiring banyaknya obyek wisata.
Ucap sukadi sang pemilik kebun bunga ini, bunga tersebut awalnya hanya iseng. Saat itu dirinya menjual kelapa disekitar jalur Yogyakarta- Wonosari ada beberapa pengendara sepeda motor yang melintas dan membeli bunga miliknya itu. Lalu, bersama kelurganya membudidayakan amaris disekitar kebunnya dan hasilnya seperti gambar di atas.
"Banyak pembeli saya yang berminat ingin membeli bunga amarilis ini yang tumbuh disekitaran rumah saya, dari situ saya punya ide untuk membudidayakan bunga tersebut," katanya kepada para wartawan minggu lalu.
No comments:
Post a Comment